Yogyakarta, 17 Agustus 2026, Semarak Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta berlangsung meriah selama rangkaian kegiatan 13–17 Agustus 2026. Mengusung semangat kebersamaan, kepedulian, dan kegembiraan, keluarga besar Muhdasa merayakan kemerdekaan melalui berbagai perlombaan, aksi sosial, layanan kesehatan, hingga upacara peringatan Hari Kemerdekaan.
Semarak dimulai pada Kamis, 13 Agustus 2026, dengan berbagai perlombaan siswa yang berlangsung penuh antusiasme. Sejumlah lomba yang digelar antara lain mancing kerupuk, voli, futsal, kereta balon, air tumpah, hingga balon laba-laba. Gelak tawa dan sorak dukungan antarsiswa mewarnai setiap perlombaan. Tidak sekadar berkompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bekerja sama, menjunjung sportivitas, dan menikmati kemerdekaan dengan cara yang menyenangkan.
Pembina IPM bidang ASBO, Ramadhanur Putra, S. Pd. , menyampaikan bahwa perlombaan siswa menjadi salah satu cara untuk membangun kekompakan dan memberikan ruang bagi siswa menikmati suasana kemerdekaan.
“Lomba-lomba ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi bagaimana siswa bisa bermain bersama, membangun kekompakan, menjunjung sportivitas, dan menikmati kemerdekaan dengan penuh kegembiraan,” ungkapnya.

Jumat, 14 Agustus: Merdeka dengan Peduli
Semarak berlanjut pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan pagi diawali dengan pemilahan sedekah sampah sebagai bentuk kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial berupa pembagian sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar sekolah.
Kegiatan sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi Bidang Kesiswaan UNISA, ULL Lazismu Muhdasa, dan KLL Lazismu Gondokusuman. Sembako yang dibagikan berasal dari pengumpulan siswa baru sebagai bentuk pembelajaran berbagi dan kepedulian sosial.
Bidang Kesiswaan Saskia Devi Gusvina menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian semarak kemerdekaan.
“Sembako ini dikumpulkan dari siswa baru untuk dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian. Kami ingin mengajarkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan lomba, tetapi juga dengan berbagi dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” jelas Saskia.
Selain bakti sosial, pada hari yang sama juga dilaksanakan Evaluasi Anemia bagi siswa kelas VIII yang melibatkan 11 siswa. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Puskesmas Gondokusuman II sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan siswa.
Rangkaian Jumat kemudian ditutup dengan keseruan lomba guru dan tenaga kependidikan. Lomba paku spion, kipas balon, dan estafet karet sukses menghadirkan suasana penuh tawa dan kekompakan. Guru dan tendik turut menikmati momen kemerdekaan dengan meninggalkan sejenak rutinitas dan membangun kebersamaan melalui permainan.
Penanggung jawab lomba guru dan tendik, Winda Noor Santi, M.Pd., dari Bidang Kurikulum, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan kekompakan seluruh warga sekolah.
“Lomba guru dan tendik menjadi ruang untuk melepas sejenak rutinitas, membangun kekompakan, dan menikmati kemerdekaan bersama. Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bisa tertawa dan bahagia bersama,” tuturnya.
Senin, 17 Agustus: Puncak Semarak Kemerdekaan
Rangkaian Semarak Kemerdekaan Muhdasa mencapai puncaknya pada Senin, 17 Agustus 2026, melalui Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Upacara berlangsung khidmat dengan *Kapten Caj. (K) Yanti Murdiani, Kepala Museum TNI Pusat Dharma Wiratama*, bertindak sebagai pembina upacara. Kehadiran beliau memberikan nuansa istimewa sekaligus memperkuat semangat nasionalisme dan penghargaan terhadap sejarah perjuangan bangsa di tengah keluarga besar SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba siswa serta lomba guru dan tendik yang telah dilaksanakan pada 13–14 Agustus. Sorak bahagia para pemenang menjadi penutup manis seluruh rangkaian kegiatan.
